Pasang Shortcut di iPhone
Import satu Shortcut, tempel API key lo, terus ikat ke Back Tap. Ketuk belakang HP dua kali, foto langsung terbang ke folder pilihan lo.
Settings › Accessibility › Back TapSelama ini buat nunjukin satu foto ke Claude Code, lo harus kirim WhatsApp ke diri sendiri, download, terus ngetik path filenya. Foto motong semua itu: satu ketukan di belakang iPhone, fotonya nyampe, dan agent lo tinggal panggil satu endpoint buat ngeliat.
$ foto latest
→ /Inbox/IMG_4821.jpg 2 detik lalu
→ 1600×1200 · jpeg · siap dibaca
$
iPhonefoto.hanif.appClaude Code
Foto ada di HP. Yang butuh lihat ada di laptop. Di antara keduanya selalu ada transfer manual yang bikin lo lupa lagi mau ngapain.
Belum kalau fotonya HEIC. Model AI-nya ga bisa baca, jadi lo convert dulu manual. Belum kalau lo salah kirim ke grup keluarga.
Setup-nya sepuluh menit di awal. Setelah itu lo ga pernah mikirin transfer file lagi.
Import satu Shortcut, tempel API key lo, terus ikat ke Back Tap. Ketuk belakang HP dua kali, foto langsung terbang ke folder pilihan lo.
Settings › Accessibility › Back TapBikin key dengan scope read atau read,write, lalu simpan sebagai environment variable. Key ga bisa bikin key baru, jadi kalau bocor dia ga beranak.
export FOTO_KEY=foto_xxxxxxxxSekali kasih URL /llms.txt, agent lo ngerti seluruh API-nya: ambil foto terbaru, bikin folder, mindahin, sampai baca isi gambarnya.
"Cek foto yang barusan gue ambil"Bukan galeri yang ditempelin API. Dua-duanya kelas satu sejak baris pertama.
iOS Shortcut satu ketukan lewat Back Tap. Ga buka aplikasi, ga pilih file, ga nunggu sinkronisasi. Jepret, selesai.
Agent lo bisa bikin folder, mindahin foto, dan yang paling penting: beneran lihat isi fotonya, bukan cuma baca nama file.
Satu file /llms.txt berisi seluruh API dalam teks polos. Kasih URL-nya ke agent sekali, dia langsung tahu semua yang bisa dia lakuin.
Di balik foto, tukar alasnya lewat tombol 1, 2, 3: gelap, abu 18%, atau terang. Hitam pekat bikin foto kelihatan lebih terang dari aslinya, putih bikin sebaliknya.
Hierarki sungguhan, drag-drop, lima mode tampilan, pencarian, dan tema gelap yang beneran digelapin — bukan cuma dibalik warnanya.
iPhone motret HEIC, model AI ga bisa baca HEIC. Foto convert sendiri di server, jadi setiap foto punya versi yang siap dibaca agent.
Autentikasi pakai Authorization: Bearer atau query string ?api_key= — buat tool yang susah nge-set header, kayak iOS Shortcuts.
$ curl -s -H "Authorization: Bearer $FOTO_KEY" \
"https://foto.hanif.app/api/v1/photos/latest"
{
"photo": {
"id": "ph_9f21c4", "name": "IMG_4821.jpg",
"folder": "/Inbox", "taken_at": 1786291920000,
"width": 1600, "height": 1200,
"url": "/api/v1/photos/ph_9f21c4/raw",
"agent_readable": true
}
}
$ curl -X POST "https://foto.hanif.app/api/v1/upload" \
-H "Authorization: Bearer $FOTO_KEY" \
-F "file=@struk.jpg" -F "folder=/Klien/Acme" \
-F "note=struk warung, buat rekap Agustus"
{ "ok": true, "photo": { "id": "ph_a71e08" } }
Semuanya rendah kroma. Yang lo pilih itu suhu dan terang alasnya, bukan warnanya — soalnya begitu chrome-nya punya warna sendiri, mata lo kehilangan acuan, dan foto yang agak hangat bakal kelihatan netral di atas latar biru. Alasan yang sama kenapa Lightroom sama Capture One abu-abu semua.
Putih hangat
#f6f4f0
Kelabu dingin
#f1f3f5
Kamar gelap
#f2ebe0
Abu-abu 18%
#202225
Nyaris hitam
#0c0d0e
Thumbnail di kelima jendela itu kelabu yang sama persis. Yang pindah cuma alasnya — dan itu yang bikin warna foto lo kebaca jujur.
Foto masih dibuka pelan-pelan biar storage dan biayanya kekontrol. Isi ini, dan kalau disetujui lo bakal dapet link undangan lewat email.